Digelar 31 Januari – 2 Februari 2026, ini Tahapan Musda XI Golkar Sumut

topmetro.news, Medan – Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara Syamsul Qomar, menegaskan, pelaksanaan musda pada 31 Januari hingga 2 Februari 2026 di Hotel JW Mariott Medan, berlangsung tanpa intervensi maupun arahan khusus dari DPP.

Syamsul menyampaikan bahwa seluruh tahapan musda berjalan murni sesuai aturan dan mekanisme organisasi. Ia menekankan bahwa agenda pemilihan ketua hanya menjadi sebagian dari rangkaian musda. Sementara fokus utama adalah evaluasi kinerja serta perumusan program strategis partai ke depan.

“Tidak ada arahan khusus dari DPP. Musda ini sekitar 30 persen membahas pemilihan ketua. Selebihnya adalah evaluasi program dan penentuan arah Partai Golkar Sumut ke depan,” ujar Syamsul Qomar kepada wartawan di Kantor DPD Golkar Sumut di Medan, Rabu (28/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir jajaran panitia dan Steering Committee Musda XI Golkar Sumut, di antaranya Ketua Panitia Penyelenggara Zulkhairi Pahlawan, Wakil Ketua Steering Committee Muchrid, Wakil Steering Committee Isma, Sekretaris Steering Committee M Asril, serta anggota Steering Committee Indra Alamsyah. Kehadiran panitia menunjukkan kesiapan penyelenggaraan Musda sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Syamsul menjelaskan, Musda XI Golkar Sumut akan membahas tiga komisi utama yang menjadi fondasi kebijakan dan strategi organisasi. Musda juga diharapkan mampu menyerap aspirasi kader dan masyarakat, sekaligus memperkuat budaya politik Partai Golkar.

Terkait pemilihan Ketua DPD Golkar Sumut 2025–2030, Syamsul mengungkapkan pendaftaran dibuka tanggal 28 Januari 2026 dan ditutup tanggal 30 Januari pukul 21.00 WIB. Lalu 31 Januari 2026 verifikasi berkas. Sementara pelaksanaan Musda dimulai tanggal 1 Februari 2026 membahas tata tertib partai dan pemilihan tanggal 2 Februari sekaligus penutupan .

Disebutkan, terdapat 10 syarat yang wajib dipenuhi oleh bakal calon ketua. Namun demikian, sesuai ketentuan partai, DPP Golkar tetap memiliki kewenangan memberikan diskresi terhadap calon tertentu.

“Calon ketua juga harus memperoleh persetujuan Ketua Umum DPP Golkar dan memiliki komitmen untuk meluangkan waktu penuh mengurus partai,” jelasnya.

2 Nama

Hingga kini, dua nama yang mencuat sebagai bakal calon adalah Hendri Sitorus dan Andar Muda Harahap. “Keduanya figur yang handal. Hendri Sitorus merupakan kepala daerah aktif, sedangkan Andar Muda Harahap pernah menjabat bupati dan saat ini anggota DPR RI,” kata Syamsul.

Ia menegaskan, penentuan ketua sepenuhnya berada di tangan 39 pemilik suara.

“Ada 39 pemilik suara, itu dia DPD Golkar tingkat II di 33 kabupaten dan kota, kemudian DPD Golkar Sumut, DPP Golkar, Badan Pertimbangan DPD Golkar Sumut, kemudian organisasi pendiri Golkar, kemudian sayap Partai Golkar dan organisasi yang didirikan Golkar. Masing-masing memiliki 1 suara untuk menentukan calon Ketua Golkar Sumut.
Silakan buktikan sikap masing-masing. Tidak ada intervensi. Demokrasi internal Golkar berjalan sehat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Steering Committee Isma Fadly Arya Pulungan menambahkan bahwa Musda XI Golkar Sumut diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga melahirkan gagasan yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan mendukung program pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Ketua Golkar harus menjadi imam bagi kadernya. Steering committee juga membuka ruang masukan dari Fraksi Golkar DPRD Sumut untuk disampaikan kepada Ketua Umum DPP Golkar,” ujarnya.

penulis | Erris JN

Related posts

Leave a Comment